Sebuah sekoci,
tanpa mesin tuk percepat laju
tak bertiang untuk kepakkan layar,
tak pula berjangkar guna bersandar,
hanya sampan sebagai tongkat,
menahan sepakkan gelombang,
tak terlihat dari mercusuar,
tak ada perlabuhan membuka hati untuk menepi,
matahari sebagai panduan temukan arah,
namun bersinar hanya sesaat,
pelupuk senja menguburnya dalam diam,
dalam gulita malam,
tak ada yang beri terang,
percuma saja bila kunyalakan lilin,
padam terhempas angin laut yang bertiup,
perompak,badai,batukarang tak segan mengancam,
hanya sapa embun pagi basahi nurani,
bangkitkan gairah hati,
kehendak temui pulau yang ramah,
pelipur lara yang dirasa,
kicauan burung camar,
juntaian dahan pohon kelapa,
lembayung cakrawala,
memercik asa,
kobarkan semangat...
Sabtu, 28 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar