raut kalbuku tak muram,
selepas ku jauhkan hidupku dari jerat cintamu,
kurasa cukup kau rajam dengan semua tindakmu,
kau biarkan api ini menyala namun tak kau jaga,
dari topan beliung,
terlambat,lubang yang kau gali cukup dalam,
hingga kuburkanku dalam gulita,
meski bernanah luka ini,
namun tak sesal kumengenalmu,
karena sebuah benang merah beri kontras pada helai kain yang kusulam,
hikmah ini buat tegar pijakku,
menggapai secercah harap yang selalu terpapar di mimpiku...
Kamis, 12 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar